Foto-foto ini pernah mengantarkan saya sebagai pemenang ke 2 Lomba Foto Otonomi Daerah 2013.

12

Hari itu, sekolah tak melakukan aktifitas belajar-mengajar karena baru saja menyelesaikan ujian semester. Murid-murid riang berlarian pulang lebih awal. Langkah-langkah kecil itu beriringan meninggalkan sekolahnya SD 007 Sebatik, Desa Maspul, Kalimantan Timur. Mereka pulang menuju rumah mereka yang berada di pegunungan.
Tanpa alas, kaki-kaki itu sudah akrab dengan kerikil dan duri di jalan. Bahkan lebih sigap jika melewati jalan berlumpur dan menyeberangi sungai. “Seperti ini lah kami pergi dan pulang sekolah,” ujar  Fandi, 11 tahun, siswa  yang tinggal di Desa Limau. Jarak rumah dan sekolahnya mencapai 10 kilometer, di kawasan tapal batas Indonesia dan Malaysia.
Keterbatasan sama sekali tak menyurutkan Fandi dan anak-anak di tapal batas ini untuk tetap semangat menuntut  ilmu termasuk menghadapi  berjibaku dengan kondisi fasilitas infrastruktur yang serba terbatas. Karena akses jalan yang belum memadai, membuat sarana transportasi massal tak pernah melintasi desa mereka.
Sebagian besar masyarakat disana setelah lulus sd langsung mencari pekerjaan atau melanjutkan pendidikannya di negeri sebelah yaitu di malaysia, bukan di indonesia, mata uang yang mereka pakai disana juga menjadi dua rupiah, dan mata uang malaysia.

20 13 11 10 9 8 6 4 3

FOTO dan Naskah : Iqbal Lubis