Kepekaan Dan Kesederhanaan Yang Mengalir Dalam Tulisan

“Try TO Be Good Writer”

Dibalik kesibukaan aktifitas sehari-hari tersimpan kepekaan dan keresahaan yang mendalam. Mungkin, kalimat ini tepat untuk menggambarkan beberapa tulisan yang terpost di www.mzuh.wordpress.com sebuah blog dengan basis wordpress dan tampilan yang cukup sederhana. Bagi sebagian orang mungkin blog adalah tempat mencurahkan keresahan dan curahan hati. Tapi hal itu berbeda dengan seorang Muhammad Zia Ul Haq, baginya blog adalah tempat belajar menulis untuk mencapai cita-citanya menjadi penulis yang baik. Wajar saja kutipan“Try TO Be Good Writer” menyambut kita saat memasuki blognya.

Meski tidak memiliki jumlah tulisan sebanyak blogger –blogger senior pada umumnya. Tapi setidaknya 11 tulisan di dalam blognya sudah menggambarkan proses belajar untuk menjadi penulis yang baik. Dari keseblas tulisan itu sebagaian besar isi tulisannya adalah sebuah keresahan yang ia rasakan dilingkungannya. Kata pendidikan adalah kata yang paling banyak ia terjemahkan dalam bentuk tulisan. Mulai dari budaya pendidik dan yang didik sampai pada proses kaderisasi yang di anggapnya mulai merosot.

Kepekaan serta keresehan terhadap hal tersebut ia ceritakan dalam satu tulisan yang ia beri judul “Etika Mahasiswa masa kini, dan Proses Kaderisasi.” Tulisan sederhana yang ia ceritakan setelah mendapatkan SMS dari seorang mahasiswa dengan isi dan tutur bahasa yang kurang nyaman yang ditujukan buat seorang dosen.

“Assalamualikum kak, maaf sebelumnya saya followers mata kuliah listening comprehension 2. Kami kemarin tidak Final karena terlambat dapat infonya. Jadi bagaimana kak ? TOLONG KONFIRMASINYA”

Kurang lebih seperti itulah isi pesan singkat yang sampai di telepon selular miliknya, juga sempat membuatnya naik pitam. Sebagai salah seorang dosen Ian, sapaan akrabnya, menganggap ada sebuah prilaku dan tindakan yang tidak menghargai seorang dosen. Sebagai seorang yang juga memposisikan dirinya sebagai seorang kakak dan orang tua bagi mahasiswanya di dalam kampus. Prilaku tersebut ia terjemahkan dalam bentuk Etika. Dimana etika menurut profesor Robert salomon, etika dapat dikelompokkan menjadi dua definisi yaitu: 1. Etika merupakan karakter individu, dalam hal ini termasuk bahwa orang yang beretika adalah orang yang baik. 2. Etika merupakan hukum sosial. Etika merupakan hukum yang mengatur, mengendalikan serta membatasi periaku manusia. Kedua definisi etika ini yang coba di gambarkan Ian sebagai seorang penulis sekaligus tenaga pengajar yang telah beberapa kali mendapatkan kejadian serupa dari anak didiknya.

Selain persoalan etika, Ian juga menyingggung beberapa persoalan kaderisasi, lewat tulisan yang singkat dengan panjang kurang lebih 600 karakter itu. Tentang, bagaimana sebuah proses kaderisasi yang dianggap mengalami kemunduran dari zamannya dulu mengecam status mahasiswa sampai saat ia menjadi seorang dosen. Proses Kaderisasi yang di maksud dalam tulisannya adalah kegiatan bepikir, berpengalaman, sebagai kesatuan proses yang akhirnya membentuk karakter. Juga disokong oleh mahasiswa dan alumni yang memiliki karakter dengan kemampuan berkomunikasi yang baik. Serta saling menghargai antara orang yang terlebih dahulu berproses terhadap orang yang baru akan berproses di dalam sebuah lingkungan kampus. Di paragraf akhir tulisan nya ia berharap proses kaderisasi di dalam sebuah kampus diaktifkan kembali. Meskipun beberapa kampus di Makassar sudah melarang adanya kegiatan kaderisasi atau orientasi mahasiswa baru. “Degradasi etika seperti ini kalau tidak segera diobati akan menjadi penyakit yang menular dan turun temurun” Harapan dosen Universitas Muhammadiyah Makassar, program studi Bahasa Inggris dalam tulisannya.

Selain menceritakan dunia pendidikan dan fenomena yang terjadi di sekitarannya, dalam blog yang ia buat pada pertengahan Juni 2015 lalu ini. Pria berkulit hitam manis ini juga menyelipkan tulisan tentang bagaimana proses ia menjalin hubungan dengan seorang perempuan kelahiran arab yang ia cita-citakan kelak akan menjadi pendamping hidupnya. Sebuah tulisan dari pengalaman pribadi dengan bahasa yang sederhana dan cukup menarik perhatian saya.

Tulisan yang disusun dalam 23 paragraf tersebut, membawa kita dalam sebuah cerita perjalanan cinta yang sempat tersishkan oleh sebuah kegiatan komunitas berbentuk pesta. Dalam tulisan tersebut memang tak diceritkan tentang bagaimana ia bisa mengenal Nunu—perempuan yang menjadi pujangga hatinya. Tetapi dalam tulisan tersebut ia menceritakan bagaimana mereka saling memahami dan mengerti dengan kesibukaan masing-masing. Keduanya memang aktif dalam salah satu komunitas yang bergerak di bidang edukasi-sosial. Komunitas itu bernama 1000_guru, dari sinilah awal mereka bertemu dan saling membangun perasaan suka. Tulisan tentang komunitas 1000_guru ini juga bisa kita jumpai dalam blog pria kelahiran Makassar 21 Januari 1990.

Hanya diawal tulisan ia menceritakan tentang kegalauannya di duakan kesibukan sang kekasih yang menjabat sebagai seorang sekertaris kegiatan. Tulisan berjudul “Gara-Gara PKM 2015, Saya Diduakan!” ini lebih banyak menceritkaan tentang bagaiman sebuah kegiatan yang mengumpulkan puluhan komunitas. Membuat sebuah pesta sebagai ajang bersinergi dengan menciptakan harmoni melalui aksi yang nyata. Pesta Komunitas Makassar(PKM) 2015 yang coba di deskripsikan ian dalam tulisannya adalah Sebuah kegiatan kreatif yang sudah berlangsung selama 2 tahun itu tak hanya sekedar hura-hura dan pesta belaka. Ian menceritkaan detail bagaimana orang-orang dari berbagai bendera komunitas bisa menjadi satu dan berproses bersama-sama.

Membaca tulisan Ian dalam blognya mengantarkan saya kepada sebuah proses belajar menulis dan menjadi penulis yang baik dimulai dengan hal-hal terdekat dan sederhana. Kepekaan dan kesederhanaanya mengalir dalam setiap paragraf tulisan. Ada beberapa nilai ilmu dan informasi baru yang saya dapatkan. Semoga Ian bisa terus konsisten menulis dengan berbagai kesibukanya dan semoga cita-cita Ian menjadi seorang penulis yang baik bisa tercapai.

*********

Tulisan ini merupakan salah satu tantangan dari kelas menulis Kepo tentang mereview Blog.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *