Menyelami Taka Bonerate Bag.3; Surga Kecil Itu Bernama Tinabo

Dari kejauhan, dermaga kayu, deretan pulau kelapa, dan pasir putih selembut terigu seakan melambai-lambai untuk segera dihampiri. “Astaga itu pulau Tinabo yah, akhirnya kita bisa menikmati seperempat surga di selatan’’ tutur Salman warga asli selayar yang hari itu baru menginjak Pulau Tinabo. Pulau Tinabo memang menjadi agenda tour perjalanan kami dalam rangkaian acara Aksi Konservasi 2014. Kegiatan aksi konservasi yang telah digelar selama 3 tahun belakangan ini dalam rangka mengurangi konflik atau tekanan pada kawasan taman nasional taka bonerate serta meningkatkan kecintaan masyarakat luas terhadap nilai-nilai kebaharian. Tujuannya untuk merubah pola pikir masyarakat yang bermukim dalam kawasan dari kegiatan illegal, sebagai ajang kepedulian atau perhatian Taman Nasional Taka Bonerate kepada masyarakat.
Air jernih dan karang lunak bisa kita nikmati dengan mata telanjang. Tak heran Salman pun tergoda langsung menjajal snorkelingtanpa menunggu perahu kami sandar di dermaga. Dibandingkan dengan pulau lainnya, baru Pulau Tinabo besar yang sudah dilengkapi penginapan dan pos pemantauan yang dikelola Balai Taman Nasional Takabonerate. Bertolak dari sini, pengunjung bisa menuju ke-21 titik penyelaman untuk mengeksplorasi panorama bawah laut. Takabonerate terbentuk dari tiga kata: taka berarti karang, bone berarti pasir, dan rate berarti di atas. Jadi, Takabonerate berarti hamparan karang di atas pasir.Sebagian makna dari nama itu tergambar di pulau Tinabo.

Pemandangan indah yang disajikan di kawasan wisata Pulau Tinabo, kabupaten Selayar, Sulsel, Sabtu 24 Oktober 2014. Pulau Tinabo adalah salah satu destinasi wisata yang ada di Taman Nasional Taka Bonerate keindahan keanekaragaman bawah laut dan keindahan alamnya yang memukau, menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.TEMPO/Iqbal Lubis

Pemandangan indah yang disajikan di kawasan wisata Pulau Tinabo, kabupaten Selayar, Sulsel, Sabtu 24 Oktober 2014. Pulau Tinabo adalah salah satu destinasi wisata yang ada di Taman Nasional Taka Bonerate keindahan keanekaragaman bawah laut dan keindahan alamnya yang memukau, menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.Iqbal Lubis

Bagi pencinta selam dan snorkeling, Anda tidak perlu bersusah payah menemukan satwa laut di perairan ini. Hanya di kedalaman satu meter, Anda sudah dapat menemukan berbagai jenis nudi, cuttle fish, barakuda, pari, dan masih banyak lagi. “Saya seperti berada di dalam aquarium binatang laut, penyelaman yang sangat sempurna” Ujar Anie, seorang pegawai BRI yang tergabung dalam komunitas Dive Selayar yang baru saja naik kedaratan dengan pakaian selam lengkap. Dari dermaga dengan kontruksi kayu kokoh yang tersusun rapi menuju bibir pantai pulau Tinabo, hamparan pasir putih membentang dengan air berwarna biru bening menjadi pemandangan yang menakjubkan. Di lautan dangkalnya, anak- anak hiu yang jumlahnya mencapai ratusan, sepanjang waktu menjadi penghuni pantai. Layaknya sebuah peternakan hiu mereka mendapatkan jatah makan berupa ikan cincang yang disiapkan oleh pengelola Taman Nasional Takabonerate yang juga menjadikan pulau Tinabo sebagai tempat berkantor dan markas. Berbagai kegiatan juga disiapkan untuk mengisi waktu, seperti menanam pohon ketapang dan transplantasi karang. Keindahan pulau ini bahkan bisa dinikmati dengan berjalan menyusuri pantai seluas lima hektar ini.


Setelah asyik menikmati alam bawah laut di sekitar dermaga kayu, acara di lanjutkan dengan pelepasan tukik sebanyak 50 ekor. Tukik tersebut dilepas oleh peserta dan sejumlah tamu yang hadir. Pulau yang menjadi destinasi utama di Taman Nasional Taka Bonerate ini memang terdapat penagkaran tukik atau anak penyu. Tukik-tukik ini dilepaskan ketika ada wisatawan yang ingin berdonasi jadi 1 tukik di hargai Rp 50.000. Biaya donasi yang dibayarkan oleh wisatawan bukan untuk biaya orang balai taman nasional, melainkan untuk biaya pemeliharaan dan penangkaran. Rangkaian acara pelepasan tukik tidak berlangsung lama, karena sebagaian peserta dan tamu tak sabar menikmati senja yang tenggelam di garis pantai.


Menjelang maghrib kita bisa menikmati senja berwana keemasan yang menghiasi langit Tinabo, pantulan cahanya yang menyentuh pemukaan laut sangat sayanguntuk dilewatkan tanpa direkam ke dalam gambar.
Untuk mengunjungi surga bawah laut serta menikmati gugusan pulau dengan hamparan pasir putih ini memang membutuhkan banyak biaya. Untuk mencapai pulau Tinabo dari Selayar harus menyewa kapal yang sebagian besar adalah usaha sampingan nelayan. Biaya penyewaan kapal itu mencapai angkaRp. 4 juta untuk pergi-pulang selama 3 hari 2 malam. Biaya penginapan dan penyewaan alat juga terpisah, paling minim menghabiskan biaya 1 juta untuk itu. Sebenarnya biaya perjalanan untuk menikmati semua tidak akan semahal ituandai pemerintah kabupaten Kepulauan Selayar mau bergandengan bersama Taman Nasional Taka Bonerate. Sangat aneh ketika pemerintah kabupaten hanya mengandalkan event tahunan Takabonerate Islands Expedition(TIE) yang dihelat hampir setiap tahunnya tapitidak mampu menghadirkan infrastruktur yang nyaman dan murah bagi siapa saja yang ingin menikmati surga di selatan ini.Maka tak heran jika buah bibir para penikmat bawah laut hanya berputar pada Wakatobi dan Bunaken yang memang terbilang lumayan murah untuk dicapai.


Kepala Balai Taman Nasional Taka Bonerate, Jusman, berharap pemerintah bisa bersinergi bersama masyarakat untuk mengangkat wisata sekaligus ekosistem laut yang ada di Taka Bonerate. “Kalau hanya kami, sangat sulit untuk menjadikan Taman Nasional ini bisa menjadi wisata bahari yang mendunia, perlu ada sinkronisasi dengan pemerintah dan masyakat sekitar” Harapnya saat kami tiba di Pelabuhan Pattumbukang yang menjadi akhir Perjalanan kami selama 5 hari mengelilingi Taka Bonerate.

 

 

Sejumlah kapal wisatawan di tambatkan di bibir pantai Pulau Tinabo Takabonerate, Selayar, Sulsel, Jumat 27 Maret 2015. Wisata pulau tinabo merupakan destinasi wisata laut yang banyak diminati wisatawan lokal maupun mancanegara dengan menggunakan tranportasi kapal kayu. TEMPO/Iqbal Lubis

Sejumlah kapal wisatawan di tambatkan di bibir pantai Pulau Tinabo Takabonerate, Selayar, Sulsel, Jumat 27 Maret 2015. Wisata pulau tinabo merupakan destinasi wisata laut yang banyak diminati wisatawan lokal maupun mancanegara dengan menggunakan tranportasi kapal kayu. Iqbal Lubis

Sejumlah wisatawan tiba di dermaga Pulau Tinabo Takabonerate, Selayar, Sulsel, Jumat 27 Maret 2015. Pulau Tinabo merupakan salah satu bagian dari wisata Taman Nasional Taka Bonerate. Pulau ini terletak di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan. Dari Makassar jaraknya sekitar 300 kilometer. TEMPO/Iqbal Lubis

Sejumlah wisatawan tiba di dermaga Pulau Tinabo Takabonerate, Selayar, Sulsel, Jumat 27 Maret 2015. Pulau Tinabo merupakan salah satu bagian dari wisata Taman Nasional Taka Bonerate. Pulau ini terletak di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan. Dari Makassar jaraknya sekitar 300 kilometer. Iqbal Lubis

Sejumlah wisatawan bermain di bibir pantai pulau tinabo Takabonerate, Selayar, Jumat 27 Maret 2015. Pulau Tinabo mempunyai hamparan pasir pantai berwarna putih yang halus. Air lautnya berwarna biru jernih. Pemandangan bawah lautnya pun sangat menakjubkan.TEMPO/Iqbal Lubis

Sejumlah wisatawan bermain di bibir pantai pulau tinabo Takabonerate, Selayar, Jumat 27 Maret 2015. Pulau Tinabo mempunyai hamparan pasir pantai berwarna putih yang halus. Air lautnya berwarna biru jernih. Pemandangan bawah lautnya pun sangat menakjubkan.Iqbal Lubis

Sejumlah kapal wisatawan di tambatkan di bibir pantai Pulau Tinabo Takabonerate, Selayar, Sulsel, Jumat 27 Maret 2015. Wisata pulau tinabo merupakan destinasi wisata laut yang banyak diminati wisatawan lokal maupun mancanegara dengan menggunakan tranportasi kapal kayu. TEMPO/Iqbal Lubis

Sejumlah kapal wisatawan di tambatkan di bibir pantai Pulau Tinabo Takabonerate, Selayar, Sulsel, Jumat 27 Maret 2015. Wisata pulau tinabo merupakan destinasi wisata laut yang banyak diminati wisatawan lokal maupun mancanegara dengan menggunakan tranportasi kapal kayu.Iqbal Lubis

Sejumlah wisatawan tiba di kawasan wisata Pulau Tinabo, kabupaten Selayar, Sulsel, Sabtu 24 Oktober 2014. Pulau Tinabo adalah salah satu destinasi wisata yang ada di Taman Nasional Taka Bonerate keindahan keanekaragaman bawah laut dan keindahan alamnya yang memukau, menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.TEMPO/Iqbal Lubis

Sejumlah wisatawan tiba di kawasan wisata Pulau Tinabo, kabupaten Selayar, Sulsel, Sabtu 24 Oktober 2014. Pulau Tinabo adalah salah satu destinasi wisata yang ada di Taman Nasional Taka Bonerate keindahan keanekaragaman bawah laut dan keindahan alamnya yang memukau, menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.Iqbal Lubis

Pemandangan pasir puith di kawasan wisata Pulau Tinabo, kabupaten Selayar, Sulsel, Sabtu 24 Oktober 2014. Pulau Tinabo adalah salah satu destinasi wisata yang ada di Taman Nasional Taka Bonerate keindahan keanekaragaman bawah laut dan keindahan alamnya yang memukau, menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.TEMPO/Iqbal Lubis

Pemandangan pasir puith di kawasan wisata Pulau Tinabo, kabupaten Selayar, Sulsel, Sabtu 24 Oktober 2014. Pulau Tinabo adalah salah satu destinasi wisata yang ada di Taman Nasional Taka Bonerate keindahan keanekaragaman bawah laut dan keindahan alamnya yang memukau, menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.Iqbal Lubis

Sebuiah tempat penanaman pohon di kawasan wisata Pulau Tinabo, kabupaten Selayar, Sulsel, Sabtu 24 Oktober 2014. Pulau Tinabo adalah salah satu destinasi wisata yang ada di Taman Nasional Taka Bonerate keindahan keanekaragaman bawah laut dan keindahan alamnya yang memukau, menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.TEMPO/Iqbal Lubis

Sebuiah tempat penanaman pohon di kawasan wisata Pulau Tinabo, kabupaten Selayar, Sulsel, Sabtu 24 Oktober 2014. Pulau Tinabo adalah salah satu destinasi wisata yang ada di Taman Nasional Taka Bonerate keindahan keanekaragaman bawah laut dan keindahan alamnya yang memukau, menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan./Iqbal Lubis

Comment (1)

  • Masmulyadi Reply

    Saya tahun 2014 juga ikut aksi konservasi di pulau tinabo

    November 30, 2015 at 11:28 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *